Sahabat
terakhir
Hari ini adalah hari libur,jadi aku memanfaatkanya
untuk main ataupun sekedar refreshing ketaman.“ma..aku pergi dulu ya..”,kataku
berpamitan kepada mama.“kamu mau kemana?”, tanya ibuku.“tentu saja kerumah
maya,memangnya ada apa?”,tanyaku balik.“mama ingin memberikan sayur lodeh untuk
maya dan keluarganya.”,jawab mama.“baiklah ma.”, kataku.
Aku pun telah sampai di rumah maya,rumah maya dan
rumahku memang jauh,kalau naik sepeda
bisa memerlukan waktu 45 menit.“assalamualaikum,maya...”,teriakku dari
luar rumah maya. “waalaikum salam rei,ada apa?”,tanya maya santai.“ini ada
titipan sayur lodeh dari ibuku.”,jawabku.“wah makasih banyak ya rei,kamu tau
banget waktu aku laper kapan.”,katanya sambil tersenyum.“ya sama-sama,kamu tuh
makannya kok sedikitnya?”,tanyaku.“wah masa sih?aku rasa,aku selalu
makan.”,jawabnya.“iya,maksud aku sedikit-sedikit laper,hahaha.”tawaku
kencang.“wajah maya pun memerah,tandanya akan ada banteng yang akan
menyerudukku.“mama,ibu,atau siapapun tolong aku!!”,teriakku.“lihat.. saja nanti
rei!”,katanya sambil ngos-ngosan
Kamipun duduk-duduk santai di ayunan taman.“jika ini
saat terakhir kita,kamu mau neglakuin apa buat akau?”,tanya maya aneh.“aku
bakal...,eh?kamu kok ngomongnya gitu sih?”,tanyaku heran.“aku dan kamu kan gak bakal selamanya di dunia
ini,semua yang diciptakannya akan kembali kepadanya,termasuk kita.”,nasehat
maya.“iya deh,maya bener and your best
friend ini salah.”,jawabku.“rei,mari kita bertemu suatu hari lagi.”,kata maya.“setiap
hari juga boleh.”,jawabku. “rei,pegang tanganku!”,pintanya.“untuk apa?,bebas
deh pegang tangan aku,gak usah bayar.”,jawabku.kami pun berpegangan tangan
bersama,menikmati angin sore yang sejuk.kami pun pulang kerumah masing-masing.
Saat aku
berpegangan tangan dengan maya,seperti salam perpisahan dari maya.itu tidak
boleh terjadi.“rei,sudah kasih sayur lodeh ke maya?”,tanya mama.“tentu sudah
ma,kata maya,rizki,dan tante eirin pun rasa sayur lodehnya enak
banget.”,jawabku.“syukurlah,ayo makan malam,mama buatin kamu chiken katsu with
french fries,kesukaan kamu dan seina.”,kata mama.“ouh ya ma,si miss cerewet
seina kemana yaa?”,tanyaku.“lagi kerumah temennya,ada kerja kelompok.”,jawab
mama.akupun memakan makan malamku dengan lahap.
“rei,maya
sepertinya enggak masuk sekolah yaa?”,tanya kaira.“entahlah,dia yang biasanya
menunggu di rumahku dulu sebelum berangkat sekolah,tapi hari ini
tidak.”,jawabku.jam istirahat pun tiba,aku pergi kantin bersama kaira dan dara.“apakah maya
sakit?”,tanya dara padaku.“sepertinya sih iya,tidak mungkin juga dia bolos
tanpa alasan yang tidak jelas.”,jawabku.
Setelah
pulang sekolah,aku berencana untuk pergi ke rumah maya.setelah 30 menit menaiki
sepeda melewati jalan pintas,aku pun telah sampai di gang rumah maya.nampak
dari jauh,seperti ada bendera kuning yang berkibar di depan rumah maya.“ada apa
ini?”,tanyaku binggung.aku pun berlari sekencang mungkin,seperti ada suara
orang sedang mengaji,aku pun menambah kecepan lariku.“tante ada pa?,kok tante
nangis?”,tanyaku.“maya re,maya..”,jawab tante eirin sambil menangis.“maya
kenapa tante?”,tanyaku kembali.tante eirin tak henti-hentinya menangis,aku pun
langsung berlaari memasuki ruang tamu rumah maya.“bibi el,ada apa ini?,mana
maya?”,tanyaku pada bibi el,pembantu maya.“itu dek maya neng,dek maya.”,ucap bi
el pelan.akupun langsung duduk dan membuka kain kafan yang membaluti
seseorang.“ya ampun,inalilahi wa inalialahi rajiun,MAYA!”,teriakku mengagetkan
semua tamu yang datang.“yang sabar neng rei,kalau umur gak ada yang tahu.”,kata
bibi el.tante eirin masuk kedalam rumah,dan memberikan sesuatu yang berada
ditangannya,“ini kertas yang ditinggalkan oleh almarhumah maya.”,kata tante
eirin.
Dear my
best friend,reiin.
Sudah 3 tahun,pada tepatnya tanggal 19 april 2012 kita menjalin
persahabatan.pada saat itu,di sekolah kita mengadakan piknik ke lembang.kuharap
kamu membaca surat yang terakhir aku tulis.entah adapakah ada yang yang akan
memberikanku sebuah keajaiban,sepertinya tidak.aku mengidap penyakit
leukemia,aku sengaja meminta ibuku untuk tidak memberitahumu,rei.kamu sahabat
peratama dan terakhir aku.kamu orang spesial,seperti saudaraku sendiri.semoga
kamu bisa meraih cita-citamu menjadi dokter dan sembuhkanlah pasienmu yang
memiliki penyakit yang sama sepertiku,pegang janji itu!.jika aku sudah
tiada,kamu harus tetap hidup dengan semangat yang penuh untuk meraih
cita-citamu.mungkin inilah surat terakhirku.
Good bye my best friend.
Setelah
membaca surat ini,akupun hampir ingin pingsan,kenapa dia tidak memberitahu dari
dulu kalau dia terkena penyakit mematikan.“kenapa?kenapa harus kamu yang pergi
may?”kata sambil memukul-mukul dadaku.“maya tidak memberitahumu karena dia takut
kamu sedih,jadi kamu harus menggantikan maya,kamu harus mengikuti
amanatnya.”,kata tante eirin.“baiklah tante.”,jawabku.aku pergi ketempat
terakhir maya akan tinggal,selamat tinggal maya,semoga kamu tenang disana.
Sudah 2
tahun aku hidup yanpa maya,sekarang aku sudah SMA kelas 2.aku cukup banyak
meraih prestasi,piala dan pergi keliling dunia.“andai kamu ada
disini,may.”,gumamku dalam hati.
Tiba-tiba
guru fisika datang bersama seorang gadis yang sepertinya murid baru.“murid-murid,ini
adalah murid baru dikelas kita,silahkan perkenalkan dirimu nak.”,kata
guruku.aku masih tertunduk,tak ingin melihat murid baru itu yang sepertinya
akan duduk di sebelahku. “hai teman-teman namaku,maya.”,katanya memperkenalkan
diri.“hah?”,kataku.akupun memandangi murid baru yang bernama maya itu.“apakah
dia maya?”,gumamku dalam hati.“maya,silahkan duduk di sebelah reiin.”,kata bu
guru.“hai aku maya.”,katanya memperkenalkan diri.“aku pindahan dari amerika.”,sambungnya
sambil tersenyum.senyum yang kurindukan selama ini akhirnya kembali dalam
pelukan hangatku,walaupun dia tak mengenalkanku,aku berjanji takkan
melepaskannya lagi.