Kamis, 22 Januari 2015

My Cerpen:Sahabat Terakhir



Sahabat terakhir
Hari ini adalah hari libur,jadi aku memanfaatkanya untuk main ataupun sekedar refreshing ketaman.“ma..aku pergi dulu ya..”,kataku berpamitan kepada mama.“kamu mau kemana?”, tanya ibuku.“tentu saja kerumah maya,memangnya ada apa?”,tanyaku balik.“mama ingin memberikan sayur lodeh untuk maya dan keluarganya.”,jawab mama.“baiklah ma.”, kataku.
Aku pun telah sampai di rumah maya,rumah maya dan rumahku memang jauh,kalau naik sepeda  bisa memerlukan waktu 45 menit.“assalamualaikum,maya...”,teriakku dari luar rumah maya. “waalaikum salam rei,ada apa?”,tanya maya santai.“ini ada titipan sayur lodeh dari ibuku.”,jawabku.“wah makasih banyak ya rei,kamu tau banget waktu aku laper kapan.”,katanya sambil tersenyum.“ya sama-sama,kamu tuh makannya kok sedikitnya?”,tanyaku.“wah masa sih?aku rasa,aku selalu makan.”,jawabnya.“iya,maksud aku sedikit-sedikit laper,hahaha.”tawaku kencang.“wajah maya pun memerah,tandanya akan ada banteng yang akan menyerudukku.“mama,ibu,atau siapapun tolong aku!!”,teriakku.“lihat.. saja nanti rei!”,katanya sambil ngos-ngosan
Kamipun duduk-duduk santai di ayunan taman.“jika ini saat terakhir kita,kamu mau neglakuin apa buat akau?”,tanya maya aneh.“aku bakal...,eh?kamu kok ngomongnya gitu sih?”,tanyaku heran.“aku dan kamu kan gak bakal selamanya di dunia ini,semua yang diciptakannya akan kembali kepadanya,termasuk kita.”,nasehat maya.“iya deh,maya bener and your best friend ini salah.”,jawabku.“rei,mari kita bertemu suatu hari lagi.”,kata maya.“setiap hari juga boleh.”,jawabku. “rei,pegang tanganku!”,pintanya.“untuk apa?,bebas deh pegang tangan aku,gak usah bayar.”,jawabku.kami pun berpegangan tangan bersama,menikmati angin sore yang sejuk.kami pun pulang kerumah masing-masing.
Saat aku berpegangan tangan dengan maya,seperti salam perpisahan dari maya.itu tidak boleh terjadi.“rei,sudah kasih sayur lodeh ke maya?”,tanya mama.“tentu sudah ma,kata maya,rizki,dan tante eirin pun rasa sayur lodehnya enak banget.”,jawabku.“syukurlah,ayo makan malam,mama buatin kamu chiken katsu with french fries,kesukaan kamu dan seina.”,kata mama.“ouh ya ma,si miss cerewet seina kemana yaa?”,tanyaku.“lagi kerumah temennya,ada kerja kelompok.”,jawab mama.akupun memakan makan malamku dengan lahap.
“rei,maya sepertinya enggak masuk sekolah yaa?”,tanya kaira.“entahlah,dia yang biasanya menunggu di rumahku dulu sebelum berangkat sekolah,tapi hari ini tidak.”,jawabku.jam istirahat pun tiba,aku pergi kantin  bersama kaira dan dara.“apakah maya sakit?”,tanya dara padaku.“sepertinya sih iya,tidak mungkin juga dia bolos tanpa alasan yang tidak jelas.”,jawabku.
Setelah pulang sekolah,aku berencana untuk pergi ke rumah maya.setelah 30 menit menaiki sepeda melewati jalan pintas,aku pun telah sampai di gang rumah maya.nampak dari jauh,seperti ada bendera kuning yang berkibar di depan rumah maya.“ada apa ini?”,tanyaku binggung.aku pun berlari sekencang mungkin,seperti ada suara orang sedang mengaji,aku pun menambah kecepan lariku.“tante ada pa?,kok tante nangis?”,tanyaku.“maya re,maya..”,jawab tante eirin sambil menangis.“maya kenapa tante?”,tanyaku kembali.tante eirin tak henti-hentinya menangis,aku pun langsung berlaari memasuki ruang tamu rumah maya.“bibi el,ada apa ini?,mana maya?”,tanyaku pada bibi el,pembantu maya.“itu dek maya neng,dek maya.”,ucap bi el pelan.akupun langsung duduk dan membuka kain kafan yang membaluti seseorang.“ya ampun,inalilahi wa inalialahi rajiun,MAYA!”,teriakku mengagetkan semua tamu yang datang.“yang sabar neng rei,kalau umur gak ada yang tahu.”,kata bibi el.tante eirin masuk kedalam rumah,dan memberikan sesuatu yang berada ditangannya,“ini kertas yang ditinggalkan oleh almarhumah maya.”,kata tante eirin.
Dear my best friend,reiin.
Sudah 3 tahun,pada tepatnya tanggal 19 april 2012 kita menjalin persahabatan.pada saat itu,di sekolah kita mengadakan piknik ke lembang.kuharap kamu membaca surat yang terakhir aku tulis.entah adapakah ada yang yang akan memberikanku sebuah keajaiban,sepertinya tidak.aku mengidap penyakit leukemia,aku sengaja meminta ibuku untuk tidak memberitahumu,rei.kamu sahabat peratama dan terakhir aku.kamu orang spesial,seperti saudaraku sendiri.semoga kamu bisa meraih cita-citamu menjadi dokter dan sembuhkanlah pasienmu yang memiliki penyakit yang sama sepertiku,pegang janji itu!.jika aku sudah tiada,kamu harus tetap hidup dengan semangat yang penuh untuk meraih cita-citamu.mungkin inilah surat terakhirku.
Good bye my best friend.
Setelah membaca surat ini,akupun hampir ingin pingsan,kenapa dia tidak memberitahu dari dulu kalau dia terkena penyakit mematikan.“kenapa?kenapa harus kamu yang pergi may?”kata sambil memukul-mukul dadaku.“maya tidak memberitahumu karena dia takut kamu sedih,jadi kamu harus menggantikan maya,kamu harus mengikuti amanatnya.”,kata tante eirin.“baiklah tante.”,jawabku.aku pergi ketempat terakhir maya akan tinggal,selamat tinggal maya,semoga kamu tenang disana.
Sudah 2 tahun aku hidup yanpa maya,sekarang aku sudah SMA kelas 2.aku cukup banyak meraih prestasi,piala dan pergi keliling dunia.“andai kamu ada disini,may.”,gumamku dalam hati.
Tiba-tiba guru fisika datang bersama seorang gadis yang sepertinya murid baru.“murid-murid,ini adalah murid baru dikelas kita,silahkan perkenalkan dirimu nak.”,kata guruku.aku masih tertunduk,tak ingin melihat murid baru itu yang sepertinya akan duduk di sebelahku. “hai teman-teman namaku,maya.”,katanya memperkenalkan diri.“hah?”,kataku.akupun memandangi murid baru yang bernama maya itu.“apakah dia maya?”,gumamku dalam hati.“maya,silahkan duduk di sebelah reiin.”,kata bu guru.“hai aku maya.”,katanya memperkenalkan diri.“aku pindahan dari amerika.”,sambungnya sambil tersenyum.senyum yang kurindukan selama ini akhirnya kembali dalam pelukan hangatku,walaupun dia tak mengenalkanku,aku berjanji takkan melepaskannya lagi.